Peraturan Daerah ini mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Poso Tahun Anggaran 2021. Perubahan meliputi pendapatan daerah yang semula Rp. 1.358.065.958.814,00 menjadi Rp 1.308.693.266.863,00 setelah perubahan. Belanja daerah juga mengalami perubahan dari Rp. 1.354.774.309.957,00 menjadi Rp 1.367.104.593.215,00 setelah perubahan, sehingga terjadi defisit setelah perubahan. Pembiayaan daerah mengalami perubahan pada penerimaan yang semula tidak ada menjadi Rp 58.411.326.351,00 setelah perubahan. Perubahan pendapatan daerah mencakup Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. PAD mengalami perubahan dari Rp. 119.868.513.205,00 menjadi Rp 107.845.014.453,00. Pendapatan transfer berubah dari Rp. 1.176.464.633.669,00 menjadi Rp 1.141.864.787.152,00. Lain-lain pendapatan daerah yang sah berubah dari Rp. 61.732.811.940,00 menjadi Rp 58.983.465.258,00. Belanja daerah terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer. Belanja operasi berubah dari Rp. 910.010.958.751,00 menjadi Rp 923.627.063.549,00. Belanja modal berubah dari Rp. 228.331.833.908,00 menjadi Rp 231.474.091.472,00. Belanja tidak terduga berubah dari Rp. 5.295.438.068,00 menjadi Rp 4.536.902.912,00. Belanja transfer berubah dari Rp. 211.136.079.230,00 menjadi Rp 207.466.535.282,00. Peraturan ini juga mengatur kriteria pemanfaatan belanja tidak terduga, termasuk keadaan tidak biasa/tanggap darurat, keadaan yang tidak dapat diprediksi, atau pengambilan dari kelebihan penerimaan daerah tahun sebelumnya.