For the best experience, openVeritaskon desktop.

Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.

Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Barito Kuala No. 2 Tahun 2010

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Barito Kuala Nomor 2 Tahun 2010 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Kepada Perusahaan daerah Bank Perkreditan Rakyat Alalak Kabupaten Barito Kuala

Also known as: Perda Kabupaten Barito Kuala 2/2010 · Perda Kabupaten Barito Kuala No. 2 Tahun 2010 · Perda Kabupaten Barito Kuala Nomor 2 Tahun 2010

Status:
Active
Effective Date:24 Maret 2010Publication Date:23 Maret 2010
Investasi & Penanaman Modal

Information

TypePeraturan Daerah (Perda)
ThemePenyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Kepada Perusahaan daerah Bank Perkreditan Rakyat Alalak Kabupaten Barito Kuala
LocationPemerintah Kabupaten Barito Kuala
Effective Date24 Maret 2010
Publication Date23 Maret 2010
Place of EnactmentMarabahan

(-)

Peraturan Daerah ini mengatur tentang penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Barito Kuala kepada Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Alalak Kabupaten Barito Kuala. Latar belakang kebijakan ini adalah untuk menggali potensi sumber pendapatan asli daerah dan memperlancar usaha pemodalan bagi masyarakat. Tujuan penyertaan modal ini adalah untuk mempermudah peminjaman modal berbagai usaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, dengan berorientasi pada keuntungan dan peningkatan kapasitas pelayanan publik.

Penyertaan modal dilaksanakan dengan perhitungan proporsi: Provinsi 35%, Kabupaten 50%, dan BPD Provinsi 15%. Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melakukan penyertaan modal sebesar Rp. 350.000.000,- (tiga ratus lima puluh juta Rupiah). Atas penyertaan modal ini, BPR Alalak wajib menerbitkan Sertifikat Kepemilikan Modal Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Kuala. Penyertaan modal untuk tahun 2011 dan seterusnya akan ditetapkan dengan Peraturan Bupati berdasarkan alokasi dana yang tersedia dalam APBD.

Penggunaan modal diawasi oleh Badan Pengawas dan dilaporkan secara periodik kepada Bupati. Direksi BPR menyampaikan laporan keuangan kepada Badan Pengawas setiap tahun sekali untuk memantau perkembangan dan kemajuan BPR. Bagi hasil keuntungan dari penyertaan modal menjadi hak daerah dan disetor ke kas daerah, kemudian dialokasikan dalam APBD Kabupaten Barito Kuala.

(-)

(-)