For the best experience, openVeritaskon desktop.

Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.

Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Banyuwangi No. 1 Tahun 2016

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Banyuwangi Nomor 1 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Perpustakaan

Also known as: Perda Kabupaten Banyuwangi 1/2016 · Perda Kabupaten Banyuwangi No. 1 Tahun 2016 · Perda Kabupaten Banyuwangi Nomor 1 Tahun 2016

Status:
Active
Effective Date:8 Juni 2016Publication Date:4 Februari 2016
Sistem Pendidikan Nasional

Information

TypePeraturan Daerah (Perda)
ThemePenyelenggaraan dan Pengelolaan Perpustakaan
LocationPemerintah Kabupaten Banyuwangi
Effective Date08 Juni 2016
Publication Date04 Februari 2016
Place of EnactmentBanyuwangi

(-)

Peraturan Daerah ini bertujuan untuk menjamin terselenggaranya perpustakaan, taman, atau sudut baca untuk mencerdaskan masyarakat Banyuwangi, menyediakan layanan informasi, dan memenuhi hak masyarakat untuk memperoleh informasi dan sumber materi pembelajaran. Pemerintah Kabupaten berkewajiban menjamin penyelenggaraan dan pengembangan perpustakaan, ketersediaan layanan perpustakaan secara merata, kelangsungan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar, promosi gemar membaca, dan memfasilitasi penyelenggaraan perpustakaan. Pemerintah Kabupaten berwenang menetapkan kebijakan pembinaan dan pengembangan perpustakaan, mengatur, mengawasi, dan mengevaluasi penyelenggaraan perpustakaan, mengalihmediakan naskah kuno, mengkoordinasikan penyelenggaraan perpustakaan, dan membina kerjasama pengelolaan perpustakaan. Pembentukan perpustakaan dapat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten dan/atau masyarakat. Setiap penerbit dan pengusaha rekaman di daerah wajib menyerahkan karya cetak dan karya rekam kepada Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi. Jenis perpustakaan terdiri atas perpustakaan umum, sekolah/madrasah, khusus, dan perguruan tinggi. Pemerintah Daerah dapat memberikan bantuan teknis, pengelolaan, dan pengembangan perpustakaan. Tenaga perpustakaan terdiri atas pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan. Pustakawan dapat membentuk organisasi profesi. Dalam mempercepat pencapaian budaya membaca, diperlukan gerakan pemasyarakatan minat baca. Pemerintah Daerah dapat melakukan kerjasama dengan pihak lain untuk meningkatkan jumlah pemustaka dan mutu layanan perpustakaan. Masyarakat berperan serta dalam menjaga kelestarian koleksi perpustakaan dan mendukung penyediaan fasilitas layanan perpustakaan. Perpustakaan yang dikelola oleh Daerah dibiayai dari APBD Kabupaten.

(-)

1. Bupati berwenang memberikan sanksi administrasi kepada pemustaka yang terlambat mengembalikan fasilitas layanan perpustakaan. 2. Pemustaka yang menghilangkan atau merusak koleksi bahan pustaka, wajib mengganti bahan pustaka dengan judul yang sama atau bahan pustaka lain yang sejenis. 3. Setiap orang atau badan yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 8 ayat (2), dikenakan sanksi administrasi.