Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 18 Tahun 2015 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2016 menetapkan APBD Kota Bekasi untuk tahun anggaran 2016. APBD terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp. 4.171.774.790.571,00, belanja daerah sebesar Rp. 4.668.006.835.595,00, yang mengakibatkan defisit sebesar Rp. (496.232.045.024,00), serta pembiayaan daerah yang mencakup penerimaan sebesar Rp. 524.662.414.824,00 dan pengeluaran sebesar Rp. 28.430.369.800,00, sehingga pembiayaan netto mencapai Rp. 496.232.045.024,00. Pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung. Pembiayaan daerah mencakup penerimaan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya (SILPA) dan pengeluaran untuk penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah serta pembayaran pokok utang. Dalam keadaan darurat, pemerintah daerah dapat melakukan pengeluaran yang belum dianggarkan, dengan kriteria tertentu dan mekanisme pendanaan yang diatur. Pemerintah Kota Bekasi juga melakukan penyertaan modal pada BUMD untuk meningkatkan PAD, pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat, dan penyerapan tenaga kerja, dengan prinsip-prinsip ekonomi perusahaan. Rincian lebih lanjut dari APBD tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peraturan daerah ini. Walikota menetapkan Peraturan tentang Penjabaran APBD sebagai landasan operasional pelaksanaan APBD.